lose

Semudah aku bertemu denganmu,
Semudah itu pula aku berpisah denganmu.
Semudah aku mengenalmu,
Semudah itu pula aku melupakanmu.
Semudah aku jatuh akan pesonamu,
Semudah itu pula aku dibangunkan akan pesonamu.
Semudah aku mengingatmu,
Semudah itu pula aku menghapus bayang-bayangmu.
Tapi taukah kau ? Tak semudah itu bagiku untuk mendapatkan rasa ini.
Tak semudah itu untukku dapat menerima perasaan ini.
Aku takut, aku takut jatuh terlalu dalam dan sulit untukku bangun dari keterpurukan yang untuk kesekian kalinya ini.
Tak semudah itu untuk menutupi perasaan ini.
Tak semudah itu menghilangkan kekesalan akan aku yang tak dapat bersanding disampingmu.
Dada ini sakit ketika wanita lain disisimu tapi aku ta bisa, aku sadar akan satuhal bahwa aku tak dapat melakukan apapun akan hal itu.
Aku pikir hanya dapat melihatmu berada disekitarku,
melihatmu tersemum walau dengan wanita lain itu cukup,
cukup memberi kekuatan agar bibir ini dapat terus mengebangkan sebuah senyuman,
Agar tubuh ini dapat terus berdiri dengan tegak. Aku belum siap untuk kehilangan kekuatanku, belum siap untuk kehilangan sumber kebahagiaanku.
Dan ketika kau pergi, keuatan itupun hilang, tak ada lagi senyuman , tak ada lagi kebahagiaanku, sumber kekuatanku.
Tak sadarkah kau telah menciptakan luka ini ?
Sakit , dada ini terlalu sesak untuk menahan semua ini.
sampai, ketika aku ingin menumpahkan semuanya pada tangisan, air mata inipun tak dapat mengalir.
biarlah orang mengatakan aku lemah tapi ingatlah terkadang tangisan itu bukan sebuah kelemahan, tapi tangisan itu sebuah tanda ketika seseorang sudah tak mampu lagi menanggung penderitaannya.
Hilanglah sudah, semua telah hilang dengan kepergianmu. Seharusnya jika kau pergi bawalah semua perasaan ini bersamamu rasa sakit, sesak, kecewa, cemburu, cinta. Semua bawa semua rasa sakit ini .
Tak bisakah kau kebali ? Tetap berada pada jarak pandangku ? Agar aku dapat memjalankan kehidupanku dengan benar. Kau egois sangat egois.
Dapatkah kau mewujudkannya ?
Tapi jangankan mewujudkan permintaanku . Mungkin kaupun tak sudi untuk sekedar mendengarkan permintaanku.
Dan sekarang aku hanya berharap tanpamu aku dapat menjalankan kehidupanku dengan baik dan kau bukan yang terakhir dalam hidupku .

Iklan

2 pemikiran pada “lose

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s