Shadow

Seperti Lord Voldemort yang terus membayangi Harry Potter, seperti Shadow master yang selalu membayangi Paddle pop, itulah kau bagiku, bagai malaikat yang selalu mengawasi apakah aku terus mengingatmu atau mungkin sudah melupakanmu.
kau selalu terbayang dalam benakku, tapi aku tak masalah akan hal itu 🙂 . Justru sebaliknya, aku selalu menikmati kehadiranmu, bayang-bayangmu .
Sebenarnya aku lebih senang jika kau yang benar-benar hadir dihadapanku, bukan sekedar bayangan tak kasat mata. Dapat memandangmu dari jauhpun sudah cukup, cukup membuatku tersenyum dan cukup pula membuatku sakit.
Tapi bayangan tinggal bayangan. Lagipula apa boleh buat takdir yang memisahkan kita, kau lebih memilih menjauh dariku. Yah itu jalan yang kau pilih, aku hanya dapat mendukung setiap jalan yang kau ambil, walau jalan itu juga yang menciptakan jarak diantara kita. Itulah diriku semenjak kehadiranmu, yang tanpa kau sadari nyatanya kau sangat mempengaruhiku, mempengaruhi jalan pikiranku.
Begitupun ketika kau pergi, bedanya sekarang yang ada hanya sekedar bayangan, tak ada lagi wujud rupawan yang mampu tertangkap mataku, sekarang aku hanya mampu menangkap secercah bayanganmu dalam benakku. Tapi sekarang aku semakin takut jika bayanganmu akan sirna dari pikiranku. Karna sekarang dirimu telah memudar dari ingatanku, hanya tampak bagai kilasan film buram, hanya sekedar imajinasiku akan pria tampan yang ku idamkan. aku bukan manusia cerdas yang diciptakan tuhan untuk selalu mengingatmu. jadi jangan salahkan kebodohanku akan hal itu.
Aku takut aku tak dapat mengingatmu lagi, karna seiring waktu berjalan bayanganmu terus memudar, seiring angin berhembus kau semakin menjauh. Tak apa jika kau tak mengingatku, tapi bagaimana denganku yang terjerat rasa ini? Tak masalah jika kau telah pergi, mungkin inilah kesempatanku untuk melupakanmu, tapi bagaimana dengan hatiku yang menolak itu semua?
Aku ingin mengingatmu, menyimpanmu dalam memori manis masa SMA, bumbu penyepap perjalanan hidupku. Salahkah aku menyimpannya, semua tentangmu? Wujud rupawanmu, sikap dinginmu, begitupun dengan rasa ini. Bolehkah aku menyimpannya sampai waktu yang tak dapat kutentukan.
Aku bersyukur diberi kesempatan oleh tuhan untuk bisa mengenalmu. Dan akan lebih bersyukur jika aku dapat lebih mengenalmu apalagi jika dapat bersanding disampingmu 🙂
untukmu bayanganku 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s