Hujan

Hari ini hujan turun tapi entah kenapa langit tidak semendung biasanya, bahkan sinar mentaripun masih dapat terasa melalui celah-celah barisan awan yang berjejer rapih. Apakah arti dari semua ini? Drama apa yang sedang dimainkan? Tangisan bahagiakah artinya? Entahlah tapi aku cukup menikmati saat-saat seperti ini, saat dimana hujan mulai reda dan sejuknya terpaan angin menerobos masuk melalui jendela kamar yang terbuka dan belayannya mulai menerpa wajahku. Apalagi jika angin itu turut membawa bau basah yang sungguh menyejukan hati siapa saja yang menciumnya. Tapi sekarang matahari mulai menggeser tahta sang awan, dia memerintahkan angin untuk membawa awan pergi menjauh dariku. Menghentikan jalannya cerita yang sedang aku saksikan, yang sedang awan mainkan, yang sedang aku nikmati. Dan drama itupun berakhir, hujan telah reda tapi tak apa aku masih dapat merasakan kesejukan yang telah ia tebar dibumi gersang ini melalui jejak-jejak yang ia tinggalkan. Kadang aku heran ada sebagian orang yang takut akan hujan. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Mungkinkah mereka belum menyadari akan besarnya manfaat hujan yang telah bersusah payah membawa beban berat berupa bulir-bulir air sejauh ribuan kilometer. Dan tanpa pamrihnya dia memberikan itu semua pada kita (bumi dan seisinya). Tapi kita dengan tak tau malunya memelihara rasa takut akan sosok yang dikirim Tuhan itu, seakan-akan dia adalah pembawa malapetaka yang sangat besar. Sadarlah, hujan hanya sebuah drama yang Tuhan ciptakan demi kelangsungan hidup manusia, sedangkan awan, air, angin, matahari hanya para pelaku dari drama yang skenarionya telah Tuhan buat. Dan aku rasa Tuhan telah menunjuk awan sebagai sang sutradara dari drama yang telah Dia ciptakan. Jadi kalian taukan siapa dalang dari drama tersebut ya dialah awan. Disaat aku ingin berterima kasih atas apa yang telah berikan (mainkan) dia pergi, dia telah pergi karna persekongkolan matahari dan angin tapi tak apa setidaknya dia telah memainkan drama yang sangat luar biasa dan dia pergi tanpa membawa beban yang dia tanggung seperti pada awal kisah, karna dia telah memberikannya pada bumi. Yang pada akhir kepergiannya itu membuatku hanya bisa berterimakasih pada Tuhan yang telah memberikan itu semua Allah SWT.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s