Miris

Suka ngerasa miris jadi pelajar indonesiatuh. Gimana ga miris coba, dijadiin kelinci percobaan sama pemerintah, mereka dengan seenak jidatnya rubah-rubah kurikulum sedangkan kurikulum sebelumnya aja belum terrrrrrealisasikan dengan baik. Mereka ga liat realitas yang ada bahwa dipelosok sana masih banyak pelajar yang ketinggalan. Jangankan ngikutin perkembangan kurikulum, mau sekolah aja susahnya itu minta ampun. Ga ada pikirandeh buat ngejar tu masalah kurikulum yang pusingnya ga ketulungan. iya disekolah-sekolah yang ada dikota sana mereka digembor-gemborkan dengan inovasi-inovasi yang katanya mampu memperbaiki pendidikan di indonesia. Yang ada juga perbaiki dulu tuh moral-moral orang indonesia, moral-moral aparatur pemerintah, moral-moral para pelajar yang belakangan ini makin anjlok aja. Buat apa banyak orang pinter tapi moralnya bobrok, yang ada itu malah bakal melahirkan generasi-generasi pincang yang moralnya ecek-ecek dan pinternya juga bakal pinter ke blinger. “kalau yang punya rencana jahat itu orang bego itu ga terlalu masalah karna paling kalau nyuri, nyurinya kecil-kecillan tapi kalau yang punya siasat jahatnya itu orang pinter, yah tau sendiri gimana jadinya, ya apa lagi kalau bukan nyuri uang rakyat.” Makannya kalau ngedidik itu inget juga buat ngedidik moralnya, apalagi kalau ga dibekali iman yang kuat. Wah udah deh, itumah enak banget buat dijadiin rekan bisnis sama setan, sekali bisik tu orang bakal berubah wujudnya jadi manusia berhati setan alias setan berwujud manusia. Asal tau aja setan berwujud manusia itu lebih nyeremin dibanding setan asli. Jadi mau disebut setan berwujud manusia? Kalau ga, benerin dulutuh moral anda. Miris juga kalau liat pelajar lebih mentingin cari nilai daripada cari ilmu, dan mereka-mereka itu lebih takut pada nilai daripada guru. Parah ga’ tuh? Nah ini juga udah jadi penyakit yang meradang ditubuh pelajar indonesia. Mereka cuma berangkat sekolah, ngerjain tugas, dah selesai. Udahmah cari nilainya juga bukan kerja keras sendiri, sebenernya mereka kerja keras juga tapi kerja kerasnya itu tengok sana tengok sini dan BOOOM tugas mereka langsung selesai. Trus kalau nilai mereka kurang, sogok sana, sogok sini dan BOOOOM nilai mereka jauh melampaui batas KKM. Walaupun gitu aku yakinsih masih banyak pelajar ataupun guru yang ga seburuk itu, tapi sayangnya murid dan guru yang kaya gitutuh lebih banyak lagi. Miriskan? Sebel juga kalau nginget UN, gimana ga sebel coba, penentuan kelulusan seorang anak ditentuin dalam beberapa hari, bukan sama pihak sekolah lagi, padahal pihak sekolah itu lebih tau gimana kita daripada pemerintah loh, siapa juga yang bisa ngejamin hasil UN itu bener-bener murni hasil mereka sendiri coba? Bukannya sekolah lebih tau. Emang kalau sekolah yang nentuin itu potensi terjadi kecurangannya lebih besar. Tapi kalau yang nentuinnya pemerintah kecurangan itu datengnya dari si anak itu sendiri, yah apalagi kalau bukan nyontek. Serba salah. Aneh ga sih, bukannya kita itu belajar selama 3-6 tahun kan? Tapi kenapa takut banget buat ngadepin ujian yang beberapa hari gitu? Padahal bukannya kita itu sering ngadepin ujian yang sama? Lagian soalnya juga ga jauh-jauh amat dari yang sering kita kerjain? Ga bisa? Trus selama 3-6 tahun itu kalian belajar apa aja? Gimana cara belajar kalian? Aku yakin kalian semua pinter, punya peluang yang sama dan punya potensin dibidangnya masing-masing. Aku tau ada yang salah dari semua ini, cuma aku ga tau apa dan siapa yang salah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s