Dibalik jendela

Sadarkah kau? Aku selalu memandangimu dari sini? Dari jendela ini? Jendala usang yang telah lama tak terpakai. Awalnya aku tak tau untuk apa jendela ini dibuat, tapi sekarang aku tau untuk apa jendela ini dibuat. Ya dapat kau pastikan jendela ini jelas-jelas untuk mu, untuk menyambut kedatanganmu. Tak ada seorangpun tau dimana letak jendela itu, karna jendela itu ada disini, di hatiku. Awalnya aku tak dapat keluar untuk memastikan siapa yang telah yang mengetuknya, memastikannya secara langsung dan aku hanya dapat melakukannya dengan mengintip dari celah jendela yang terbuka. Jujur saja ketukan itu membuatku terusik, dan aku benci pada siapa saja yang mengusikku. Tapi entah kenapa setelah mengetahui siapa yang mengetuknya, dan ternyata itu kau, dunia seakan berputar 180 derajat, yang ku rasa malah sebaliknya, aku tak merasa terusik lagi, sedikitpun tidak, sejujurnya aku enggan untuk mengakui yang satu ini ‘aku bahagia atas kehadiranmu’. “Setangkai mawar yang telah layu kini telah segar kembali, yang sedari awal memang sudah bertengger manis disamping jendela. Tapi sayangnya karna bunga mawar yang menawan itu pula aku terluka” Seakan dunia berputar lagi, aku hanya dapat merasakan kebahagiaan itu dalam sekejap, dan dalam waktu sekejap itulah kebahagiaanku berangsur-angsur pudar yang pada akhirnya lenyap tak tersisa, dan tergantikan dengan rasa hampa yang menyesakkan. Disini aku hanya mampu mengintipmu, memandang kosong pada pemandangan indah yang tersaji didepan mata dan tertohok ketika aku memergoki bahwa dipersimpangan sana ada pintu lain yang terbuka, juga olehmu. Sayangnya dia lebih leluasa dariku, dia mampu memandangmu dari dekat, mampu menyapamu mampu menikmati mannequin indah ciptaan tuhan. Gadis dipersimpangan itu tengah memandangimu dengan pandangan yang sama sepertiku, ‘terpesona’ akan rupamu yang menawan. Tapi yang membuatku lebih sakit adalah ketika mengetahui fakta bahwa kau lebih memilih masuk ke dalam pintu lain didalamnya terdapat seorang gadis yang ternyata juga telah menunggumu, dan dengan kurangajarnya kau malah mengacuhkan gadis malang itu, gadis yang kau tinggalkan dipersimpangan jalan. Karna itu aku hanya dapat menutup kembali jendelaku rapat-rapat, menutup kedua mataku yang sebenarnya tak ingin ku pejamkan agar selalu dapat memandangmu, agar aku tak bernasib sama sepertinya, kau acuhkan. Tapi sangat disayangkan ketika aku tak mampu menutup hatiku. Yang pada akhirnya membuatku harus tetap mendengar sayup-sayup suara lembutmu membelai telingaku bersama wanita itu. Berkat suara merdumu itulah kau berhasil membuat luka sayatan tak kasat mata dihatiku. Jika saja aku dapat bertemu dengan penyihir atau semacamnya aku akan bersekongkol dengannya untuk menyihirmu menjadi katak buruk rupa. Agar tidak ada seorang wanitapun yang akan tenggelam pada rupamu, lagi. Sungguh? Tentu saja aku bercanda mana mungkin aku rela merubah seorang tampan seperti kau menjadi katak buruk rupa. Oh my bunuh saja aku. Aku memang sudah terjerembab pada jurang cintamu. Tapi aku tak sudi jika harus mengemis cinta, yang pada kenyataannya kau telah menjatuhkan pilihanmu pada seorang wanita dan itu bukan aku, yang ada itu malah membuat harga diriku terluka. Lagipula aku hanya seorang pengecut yang tak berani mengungkapkan apa yang ku rasa, aku hanya mampu bersembunyi dibalik jendela dan menekan rasa sakit yang tercipta sampai kedasar yang paling dalam. Biarlah disini aku yang merasa tersakiti, biarlah disini aku yang terluka karna kurasa rasa sakit dan luka itu tidak sebanding dengan rasa bahagia yang kudapatkan ketika melihatmu. Biarlah dibalik jendela ini aku berpuas diri menikmati sisa-sisa kebahagiaan yang masih tertinggal, hingga pada saatnya nanti aku akan membuka jendela ini lagi. Dan untuk kau terimakasih sudah mengijinkanku tuk dapat bermain bersamamu didrama yang tragis ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s