He’s gone 2

Disaat aku mulai diperkenalkan pada cinta kau merusak segalanya . Kau pergi dengan meninggalkan banyak tanya yang tersimpan dibenakku. Sebenarnya cinta itu apa ? Sebuah kata ? Perasaan ? Kebahagiaan ? Kasih ? Sakit ? Permusuhan ? Ataukah hanya sebuah kata tak bermakna ? Aku heran kenapa hanya sebuah kata dapat merubah perasaan seseorang dalam sekejap. Dan hal itupun turut menimpaku. Kenapa cinta selalu datang padaku disaat yang tak tepat? Kau sadar kau itu datang disaat aku ingin membuang rasaku pada seseorang dan kaulah orang yang dapat mengalihkanku dari rasa itu, tapi kenapa pada akhirnya kau juga yang turut pergi meninggalkanku? Meninggalkanku dengan beribu rasa yang membuatku bingung. Kau tau aku hanya seorang gadis bodoh yang buta akan hal itu? Saking bodohnya aku saja tidak yakin apakah ini benar-benar cinta? Atau bukan? Entahlah. Jangan sampai hadirnya cinta juga membuat mata hatiku buta. Adakah orang yang mampu menyembuhkanku dari kebutaan akan cinta ini, selain dirimu? Kau tau, kisah cintaku (yang pernah aku alami) selalu berakhir dengan tragis *miris. Selalu datang pada waktu yang tak tepat, berlabuh pada orang yang salah dan pada akhirnya aku hanya bisa memendam perasaan itu sendiri dan menguburnya dalam-dalam. Jadi yang dapat aku lakukan hanya ngehibur diri sendiri dengan mengatakan “Perempuan sukses itu perempuan yang kuat nutupin perasaannya , perempuan kuat itu perempuan yang sabar nahan rasa cemburunya , perempuan sabar itu perempuan hebat yang bisa ngerelain orang yang dia cinta bahagia sama perempuan lain.” pengecut? Terserah kau akan menyebutku seperti apa, aku tak peduli. Tapi jika dipikir-pikir sebenarnya semua awal dari kisah cintaku ini sangat menggelikan. Bayangkan yang pertama berawal dari karna olok-olokan, kedua karna mimpi yang tak jelas, dan yang ketiga karna karma. Siapa juga yang akan sanggup menahan tawanya ketika mengetahui semua penyebab kisah cintaku ini? Tapi adakalanya seseorang menyadari dan menyesali takdir yang telah berputar. Dan saat inilah dimana aku merasakannya, meruntuki kebodohanku yang pernah memiliki perasaan semacam itu. Bodoh. Sejujurnya aku masih bingung sebenarnya yang pernah kurasakan itu cinta, kagum atau bahkan sekedar obsesi semata? Ketika kau tak menyerang kaulah yang akan diserang. Jika kau tetap tak ingin menyerang setidaknya bangunlah pertahanan sekuat yang kau bisa. Saat itu pertahananku tak cukup kuat, sehingga orang lain dapat merobohkan pertahananku dengan mudah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s