Apa untungnya mencintai seseorang yang ga mencintai kita?

Apa untungnya mencintai seseorang yang tak balik mencintai kita? Mungkin pertanyaan ini banyak diajukan oleh insan-insan yang dalam penantian (balasan) cintanya sedang dihadang kebuntuan, partanyaan yang diajukan oleh orang-orang yang kelelahan setelah sekian lama tetap menjaga perasaannya namun tak mendapat kepastian yang menjanjikan sebagai balasan atas semua tindakan secara nyata maupun tindakan terselubung yang telah ia lakukan, pertanyaan yang diajukan oleh orang yang pasangnya telah mendapat pendamping pilihannya dan tentu itu bukan kita, pertanyaan yang mengganjal setiap manusia yang sedang dilanda kasmaran namun si dia tak pernah menyadari akan kehadiran kita, pertanyaan yang ditujukan oleh orang-orang yang cintanya tak mampu terbalas, partanyaan yang menjurus pada keputus asaan.
Dari sisi manapun kita menilai, dalam situasi seperti ini pihak kita memanglah jadi pihak yang paling banyak dirugikan, waktu penantian yang terbuang sia-sia, sakit hati yang harus diderita ketika mengalaminya, pudarnya semangat yang dimiliki ketika kehilangan sosoknya, sesak yang kita rasakan ketika dia bersama orang lain, kekecewaan yang kita dapatkan ketika tak mampu bersanding dengannya, kesedihan tak bertepi, rasa geram, tusukan pisau karat yang bersarang di hati, belum lagi penderitaan-penderitaan lain yang bisa kita dapatkan.
Tapi menurutku itu tidak seberapa dibanding kebahagiaan yang kita rasakan ketika dapat mengenalnya, tadakkah kau dapat merasakan kebahagiaan yang tercipta ketika pandangan kita mampu menangkap seulet tubuhnya, tidakkah kau merasakan segaris senyum yang terbentuk ketika dia melakukan hal yang sama, tidakkah kau merasakan debaran jantung yang menggila ketika pandangan kalian saling beradu, tidakkah kau merasakan kehangatan yang menjalar diseluruh tubuh kita ketika memandang mata eloknya, tidakkah kau merasakan semangat hidup yang kita dapatkan dari kehadirannya.
Tidakkah kau merasakan itu semua, bukankah itu sebuah keuntungan, bukankah itu sebuah anugrah yang tuhan izinkan kita tuk merasakannya, merasakan semua kebahagiaan itu?
Apa jadinya jika kita tak pernah merasakan hal itu, hidup kita akan hampa, bak sayur tanpa garam, hambar. Tak berwarna, biarlah rasa sakit turut mewarnai bermacam rasa yang pernah hadir dihati kita, biarlah orang itu menjadi penghuni sementara yang pernah singgah dihati kita, mengisi kekosongan ruang yang kelak akan dimiliki secara utuh oleh seorang yang terpilih sebagai pemilik tetapnya, seorang yang akan memiliki kita secara utuh selamanya.
Untuk itu semua, pantaslah kita harus membayar mahal untuk apa yang telah kita dapatkan, bagi orang dengan cinta bertepuk sebelah tangan, tentu dapat kau pastikan dengan rasa sakit inilah kita membayar pada tuhan atas cinta yang telah ia berikan. Namun bagi para insan yang dapat bersatu dengan pasangannya barangkali dengan saling membahagiakanlah kalian membayar atas cinta yang telah tuhan berikan.
Jadi dapat disimpulkan keuntungan kita merasakan cinta adalah kebahagiaan tak terhingga yang kita dapatkan ketika merasakannya disamping rasa sakit tak tertahankan ketika seseorang yang kita cintai tak balik mencintai kita.
Tidakkah rasa sakit itu cukup sepadan dengan kebahagiaan yang kita dapatkan, jadi akankahkau tetap membuka hatimu pada cinta yang akan mengantarkanmu menemui sosok yang menjadi sumber senyum dan sedihmu, tawa dan tangismu? Hanyakau dan tuhanlah yang tau jawaban atas pertanyaanku ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s