Dangerous

Sekarang aku dapat menikmati duniaku yang terang, seterang sinar mentari pagi yang menerobos masuk disela jendela. Namun aku merasa kegelapan mulai mengintaiku, berencana meredupkan cahaya yang ku punya, meredam berbagai kobaran semangat yang bersemayam didadaku, berencana merusak syaraf-syaraf yang bersarang diotakku, mengacaukan jalan pikiranku, memporak-porandakan perasaanku secara kejam, tanpa ampun, tak berbelas kasih, menyerang siapa saja yang dikehendakinya. Dan dia menghendakiku merasakan dampak apa yang dapat yang dia buat, tanpa pertimbangan, menjadikanku lemah dan lumpuh tak berdaya.

Karna kaulah aku seperti ini. Kau seperti virus yang mengacaukan sistem kerja komputer, seperti koruptor yang melumpuhkan tata kerja negara, seperti lintah darat yang mencekik buruannya, seperti taring singa yang mengoyak tubuh mangsanya, seperti itulah kau bagiku.

Memang tiada satu halpun dari apa yang tuhan ciptakan yang akan berakhir sia-sia. Pasti berguna, baik berguna ataupun belum berguna, tidak berguna untuk saat ini bukan berarti tidak dapat berguna dilain waktu bukan? tidak berguna bagi seseorang bukan berarti tidak dapat berguna bagi orang lainkan? Semua itu akan berguna disituasa dan kondisi yang tepat.

Pikirlah sendiri, aku malas tuk menjelaskannya, aku hanya dapat memastikan bahwa ada saatnya kalian akan menyetujui apa yang telah kukatakan tadi, karna memang bukan aku yang benar-benar mengatakannya, tapi itu adalah salah satu kutipan dari ayat suci Al-Qur’an, jadi aku dapat memastikannya dengan pasti kebenaran atas perkataanku. Dan tahukah kau? kau adalah salah satu hal yang tuhan ciptakan dengan dianugrahi keduanya. Namun apa boleh dikata, bencanalah yang lebih mendominasi akan dampak yang kau timbulkan pada ku, yang berarti untuk saat ini ‘belum berguna’lah yang kau timpakan padaku. Ingat itu hanya berlaku untuk saat ini, sa-at i-ni, dan suatu saat nanti semua itu akan berubah, aku yakin.

Walau tak dapat ku pungkiri, akhir-akhir ini akupun merasa sedikit gila atau bukan hanya sedikit? Mungkin lebih dari sedikit gila. Tidak, tidak gila seperti manusia pada umumnya, tapi ini gila yang berbeda, bukan gila yang menjijikan namun gila yang satu ini cukup me-nye-nang-kan.

Ini gila bukan? Mana ada orang gila yang merasa gila dan cukup senang atas kegilaannya? Mungkin jika ada orang-orang macam itu didunia ini, jumlahnya akan bisa dihitung dengan jariku yang tidak seberapa ini. Dan aku mengakui dengan bangga akulah salah satu dari mereka. Tak perlu bersusah payah tuk menutup-nutupi fakta yang ada, karna akupun yakin kalian akan dapat menebaknya dengan mudah dari apa yang ku ceritakan tadi, semudah spongebob dibodohi tuan gila harta bernama krab, semudah Aang mempelajari elemen udara, semudah aku mengembangkan senyum dengan kaki telanjang diatas ranjau paku yang telah kau tebarkan, bahwa karna kau aku tergila-gila padanya. Bukankah kegilaan ini suatu manfaat yang kau bawa padaku? Tentu saja selain bencana yang kau tipamkan.

Sakit, rasanya sakit ketika mengetahui bahwa aku telah terjebak dijurang kematian, jurang kematian yang tanpa sadar ku datangi demi dapat memandang sosok pria disebrang sana. Apalagi dengan bantuanmu yang dengan relanya membunuh jarak diantara kami dengan cara menjerat lalu menyeretku ketepian jurang dan dengan bodohnya tubuhku ini tak berdaya ketika diperalat olehmu. Tanpa perlawanan berarti kau berhasil menyeretku mendekati surga duniaku sekaligus mengantarkanku kepada pencabut nyawa yang telah menungguku didasar jurang. Tentu saja aku tak bisa berkutik sedikitpun, ketika aku masih mabuk akan pesona pria disebrang sana, saat itu juga aku disadarkan pada kenyataan pahit ini, berdiri ditepian curam sebuah jurang gelap nan dalam, dengan ditemani sang pencabut nyawa, tidakkah itu lengkap? Paket lengkap untuk menjemput dan memboyong nyawaku ke lubang kematian.

Aku ingin lari sejauh mungkin dari tempat terkutuk ini, untuk tetap bertahan hidup dan menjaga keeksisanku didunia. Tapi bagaimana bisa jika ragaku saja masih terkekang oleh jeratmu, lagi pula aku tak rela jika harus meninggalkan sosok yang berhasil mencuri perhatianku itu. Sosok yang kau sodorkan padaku dengan alasan yang tak ku ketahui.

Sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua ini? Membuatku bingung, heran, marah, geram, sakit, takut dan terselip sedikit rasa bahagia dalam waktu yang sama. Apa salahku? Apa motivasimu membuatku seperti ini? Apakah ada orang lain yang ku buat seperti ini tanpa ku sadari, dan ia membalaskan dendamnya melaluimu? Apakah memang ini pekerjaanmu, membuat orang sakit dan senang tak bertepi?

Kenapa kau tidak memboyongku ke lembah kebahagiaan saja dengan mengajak pria disebrang sana. Dan jangan pernah sekalipun kau bawa sosok berjubah hitam itu lagi, tidak sadarkah kau, kehadiranmu saja bisa membuat orang mati seketika dengan rasa sakit yang kau timbulkan, jadi tak usah mengajaknya jika kau tidak ingin melihat semua orang disekitarmu mati mendadak. Tidakah kau senang melihatku berbahagia dengannya?

Kabulkanlah permintaanku ini, dengan begini berarti kau juga telah mengembalikan dunia terangku dari kegelapan yang kau bawa dan jika saat itu tiba berarti kau merubah dampakmu bagiku dari belum berguna menjadi berguna.

Oya taukah kau siapa dirimu sebenarnya? Aku hanya tahu jika kau sering orang sebut dengan nama ‘cinta’.

Orang lain sering dilanda perasan bahagia secara berlebihan ketika kedatanganmu, tapi mengapa dampaknya berbeda padaku? Apakah belum waktunya aku merasakanmu sehingga yang kurasakan berbeba dari apa yang orang lain rasakan? Jika benar, kapan aku dapat merasa bahagia atas kehadiranmu? Aku hanya dapat menunggu saat itu datang, dan aku harap ketika saat itu datang aku dapat menikmatinya, menikmati kebahagiaan yang mampu kau ciptakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s