Arti Yang Salah

Cinta erat kaitannya dengan ketulusan namun obsesi hanya bermodalkan ambisi. Cinta dan obsesi bagai dua sisi berbeda yang saling berdampingan. Dua sisi yang sama-sama menujukan ketertarikan namun dengan bermodalkan dasar yang berbeda. Dua sisi yang sejajar namun memiliki garis batas yang nyata. Dua sisi yang terkadang tidak orang sadari keberadaannya. Dua sisi yang terkadang orang salah artikan, dan itu berakibat fatal. Berhati-hatilah pada apa yang tengah kau rasakan, meskipun terdengar sederhana yakinlah dua kata itu sangat berbahaya, dapat membolak balikan perasaan dan sikap seseorang dengan mudah ketika merasakannya. Jika rasa tertarik sudah mencapai tahap ambisi itu yang sangat dihawatirkan, jika sudah pada tahap ini biasanya seseorang mampu berbuat hal yang tidak terduga dan cenderung berlebihan bahkan merugikan. Kau taukan bagaimana peraga seorang psychopath, orang yang mengalami gangguan jiwa akan memaksakan kehendak, tak peduli apa cara yang ia gunakan, tak peduli siapa orang yang ia singkirkan, ia akan menyingkirkan orang-orang yang dianggapnya batu sandungan, siapa saja orang yang ditetapkannya sebagai penghalang untuk mendapatkan mangsanya akan diusirnya jauh-jauh, bisa jadi orang yang diincarnyapun menjadi salah satu korban keganasan tingkahnya, tak peduli perasaan semua orang yang terlibat bahkan tak memperdulikan berbagai pandangan orang padanya, yang ia pikirkan hanya dirinya dan perasaannya. Jangan sampai kau berkilah dengan mengatas namakan cinta kau memaksakan kehendak tuk mendapatkannya, memilikinya secara utuh, harus milikmu, tetap milikmu, dan hanya milikmu. Sehingga mengutamakan keinginanmu dan mengesampingkan perasaannya, mengesampingkan perasaan semua tokoh yang terlibat dalam panggung cintamu, alih-alih mencintainya yang ada perasaanmu itu hanyalah sebuah ambisi yang memiliki tujuan tertentu tuk didapatkan mungkin wajahnya, tubuhnya, uangnya, hartanya, statusnya. Obsesi mengharuskanmu melakukan berbagai cara tuk menarik perhatiannya walau dengan cara kotor sekalipun. Menggunakan kelicikan tuk memilikinya sampai menyakitinya sekalipun. Menurutku hanya orang gilalah yang tega berbuat semacam itu. Jika hal itu terjadi desakan, paksaan, ancaman bahkan jebakan takan terelakan. Memaksa seseorang tuk mencintaimu, mendesaknya mengucapkan kata-kata cinta, menjebaknya sehingga dia menjadi milikmu, mengancamnya dengan kelemahan yang dia miliki semisal harta atau kedudukan, bukankah itu tindakan yang salah. Tapi kau menutup telinga akan hatimu yang meneriakan bahwa semua yang kau lakukan itu salah. Biarlah mulut berkata dusta namun hati tak akan pernah melakukannya, berbual menyatakan cinta. Percayalah jika kau tetap mempertahankan obsesimu kau akan tersiksa dan hidupmu akan jauh dari kata tenang karna rasa bersalah. Kadang orang juga salah mengartikan rasa kagum dan menyimpulkannya sebagai rasa cinta. Menurutku jika kau mencintai seseorang dikarnakan sebuah alasan mungkin wajahnya, tubuhnya, uangnya, hartanya, statusnya, berarti perasaanmu itu hanya sebatas kagum. Bayangkan jika ditengah hubungnmu bersamanya lalu salah satu dari alasan itu menghilang, akankah kau tetap mempertahankan hubungan itu? Jika alasan itu hilang untuk apa lagi kalian mempertahankannya? Bodoh jika kalian mempertahankannya, aku yakin kalian tak akan sanggup, yang ada hidup kalian akan tersiksa, percayalah. Lain halnya dengan cinta, kau tidak memerlukan sebuah alasan tuk jatuh cinta, bukankah cinta itu tulus? Jadi kalianpun tak akan memiliki alasan tuk berpisah. Bahkan cinta mampu merelakannya bersama yang lain demi kebahagiaan orang yang dicintainya itu, bukahkan cinta tak harus memiliki? Walau tak ada salahnya untuk berjuang siapa tau kalau diapun memiliki rasa yang sama? Tapi cinta tak akan memaksa, melihatnya bahagia adalah kepuasan tersendiri walau disamping senyummu akan tersemat rasa sesak yang menyiksa itu tak ada artinya dibanding kebahagiaannya. Cinta sesederhana itu, tak mengenal paksaan hanya ada ketulusan yang tersemat didalamnya. Kebahagiaan akan datang dari senyumnya walau senyumnyapun mampu melukai kita. Hanya seorang psychopath yang akan memaksakan obsesinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s