Black or White

Ketika dunia hanya melihat satu sisi yang ada pada dirimu tanpa mengindahkan satu sisi yang lain.

***

Seperti yang telah Tuhan ciptakan, semua hal didunia ini memiliki pasangannya tersendiri siang malam, putih hitam, gelap terang, baik buruk.

Tapi bagaimana jika pada kenyataannya orang lain hanya mengetahui salah satu sisi yang ada pada dirimu?

Apakah kau akan mengungkapkan sisi lain pada dirimu?

Bagaimana jika sisi itu adalah sisi terburuk yang kau punya?

Masihkah kau berniat untuk mengungkapkannya?

Apakah kau akan memperlihatkan sisi lain yang ada pada dirimu?

Bagaimana jika sisi itu adalah sesuatu yang baik dan orang lain tak mempercayai sisi terbaikmu itu?

Masihkah kau berniat untuk memperlihatkannya?

Mungkin jika aku berada diposisi itu, aku akan menutupi semua itu, aku tidak akan mengatakan apapun pada orang lain untuk menjelaskan ataupun meluruskan pandangan orang terhadapku, aku akan membiarkan mereka menilai ku seperti apa yang mereka lihat, membiarkan orang lain berimajinasi & membuat penilaian tersendiri atas diri ku, walau cara penilaian mereka bak seorang buta yang hanya melihat segala sesuatunya dengan perasaan tanpa sungguh melihat yang sebenarnya, akan ku biarkan.

Terkadang rasa geram dan tak terimapun muncul ketika angappan buruk orang lain lemparkan pada kita, tapi bukankah jika kita menyangkalnya, belum tentu orang lain percaya dan merubah pandangannya dengan begitu saja kan? Jadi apa boleh buat, mungkin hanya dengan membiarkannya itulah cara yang paling tepat.

Akupun tak peduli, karna yang terpenting adalah bagaimana kita tampak disisi Tuhan Yang Maha Segalanya.

Untuk apa kita bersandiwara demi sebuah pujian jika pada kenyataannya kita tidak menyukainya.

Untuk apa kita harus berbohong demi sebuah penilaian baik -dari orang lain- jika pada kenyataannya itu semua tidak benar.

Itu semua hanya akan membebani kita, hanya membuat kita terpaksa dalam melakukan segala sesuatunya, yang akhirnya kita sendirilah yang lelah untuk melakukannya.

Belum lagi kekhawatiran runtuhnya image ‘baik’ kita didepan orang lain. Image yang telah susah payah kita bangun akan runtuh jika kita melakukan sedikit saja kesalahan -menurut mereka- padahal kita menyukainya dan hal yang kita sukai itu belum tentu dipandang baik oleh orang lain, dan akhirnya runtuhlah image kita, benar?

Lain halnya jika kita bersikap apa adanya kita akan senang untuk melakukannya, tidak perlu mengkhawatirkan pandangan orang lain, asalkan kita benar, takkan ada masalah.

Tapi jika ada diantara kalian yang tidak ingin mendapat pandangan buruk -yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya- tanda kutip ingin selalu dianggap baik oleh orang lain dan selalu ingin merubah pandangan buruk terhadapmu, terserah, itu pilihan kalian.

Namun aku peringatkan, bersiaplah, karna perubahan bukanlah suatu hal yang mudah, lagi pula tidak semua pikiran orang sama, begitupun merubahnya, boleh jadi orang yang tersenyum dihadapanmu adalah orang yang meludah dibelakangmu.

Berhati-hatilah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s