나의 아버지

Dia…. Lelaki yang sudah memiliki tempat dihatiku.
Lelaki lembut yang tersamarkan sikap kerasnya.
Lelaki yang tidak jarang acuh terhadap keinginanku, namun dibalik itu ia sangat berusaha untuk mewujudkannya.
Karena semua itulah aku mengetahui ketulusannya.

Masa terus berjalan.
Aku terus tumbuh.

Ia pergi untuk kembali.
Aku mengingat sebagian dirinya.

Suara lantang berwibawa.
Wajah keras menutup lelah.
Tangan luka penuh pengorbanan.
Kaki tangguh sarat jalan kehidupan.
Bahu kokoh penanggung beban.

Ia tabah.
Ia sabar.

Pribadi keras.
Sisi lembut yang kurindukan.

Jarak menciptakan batas yang belum mampu kutembus.
Waktu merubah canda.
Tawa berselimut canggung.
Tidak ada lagi pelukan.
Rangkulan.
Kata sayang.

Namun yang ku yakini pasti.
Dia sayang aku.
Dia mempedulikanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s