Kecaprukan 친구들 Edisi 1 “Nikah”

Sekarang udah ga jamannya jalanin aja dulu “without any plan”.

Bagi mereka yang berusia di atas 20 tahun atau akan berusia 20-an tahun. Saya tahu sangat sulit untuk jatuh cinta di usia ini. Maksud saya, praktis, sulit karena Anda bukan lagi remaja yang bisa dengan mudah menyukai seseorang tanpa memikirkan poin plus dan minusnya, seperti seseorang tanpa memikirkan apakah rencana masa depan Anda akan cocok satu sama lain, atau bahkan sebagai Sederhana seperti “Bisakah kita bisa bersama untuk jangka waktu lama tanpa keraguan?” Yah, saya yakin kita semua di usia dua puluhan kita menghadapi masalah yang sama. Jatuh cinta di usia ini adalah tentang mencari seseorang yang benar-benar akan mencintai kita seperti kita. Ini semua tentang mencari seseorang yang akan berusaha sekeras yang telah Anda lakukan sejauh ini. Dan ini hanya tentang mencari seseorang yang siap untuk berbagi rencana masa depannya dengan Anda. Ini bukan saatnya untuk memiliki hubungan tanpa tujuan apa pun, tanpa penglihatan, ini bukan waktu untuk bermain, dan ini bukan saatnya memilih seseorang untuk menjadi pasangan berdasarkan tampilan mereka saja. Sudah waktunya memilih dengan bijak, untuk sekali dalam seumur hidup ini mungkin keputusan terbesar Anda. Terkadang, saya merasa aneh, ketika ada orang yang dengan mudah mengakui cintanya seperti tidak ada beban sama sekali karena mengetahui bahwa mereka harus menghadapinya, mereka harus mengikat komitmen mereka untuk bersama. Tapi kemudian Anda harus mengakhiri hubungan Anda karena satu dan hal lain, dan dengan mudah mengucapkan selamat tinggal. Tidakkah sakit jika Anda memilih untuk menjadi pasangan mereka tapi kemudian Anda memecah hubungan Anda? Tidakkah melukai perasaanmu melihat seseorang yang dulunya kekasihmu memegang tangan orang lain? Ini bukan hanya tentang dia yang akan kita hadapi, tapi juga semua orang di sekitar mereka, dan bahkan seluruh hal dalam hidupnya. Keluarga mereka, teman mereka, masalah mereka, dan bahkan zona nyaman mereka. Sudah cukup siap untuk bertemu keluarganya? Apakah Anda cukup berani masuk ke zona nyamannya? Sudah cukup siap untuk menghadapinya di sisi buruk dan baik? -karena beberapa di antaranya hanya menunjukkan citra bagus mereka saat berkencan. Tidak pernah mudah untuk berurusan dengan seseorang yang akan menjadi rekan seumur hidup Anda. Yang penting lainnya. Dan ya, mereka yang belum menemukan pasangan mereka tidak berarti mereka belum siap, tapi mereka masih berusaha memperbaiki hatinya, mempersiapkan semuanya untuk Anda berdua, dan meningkatkan diri untuk menjadi lebih baik dan lebih baik, Sehingga ketika saatnya tiba, mereka akan siap menghadapi setiap hal dalam hidupnya. Bagi saya, secara pribadi, berurusan dengan orang tidak semudah itu. Ini membutuhkan waktu. Butuh banyak usaha. Karena, menyelam ke dalam pikiran dan jiwa Anda tidak akan semudah memuji penampilan Anda.

Pernikahan juga tentang menerima segala kekurangan maupun kelebihan pasangan kita nanti. Kalau pasangan kalian ga sesuai keinginan atau ekspektasi kalian, ketahuilah bahwa pasangan yang kalian pilih dan yang telah mengucapkan janji bersama itu sekualitas dengan diri kalian. Jadi kalau pengen pasangan kalian kelak sesuai ekspektasi, tingkatkan dulu kualitas diri kalian karena pasangan kalian pasti akan sama kualitasnya dengan diri kalian. Dan kalau kalian ga bisa nerima segala kekurangan baik boroknya pasangan kalian dan kalian tinggalin, kemungkinan kalian akan bertemu dengan orang yang sama seperti dulu atau bahkan lebih buruk dari yang dulu. Maka terima lah pasangan kalian dan tingkatkan kualitas diri masing2 haha. -Anaa-

Kedewasaan untuk melewati serangkaian proses2 kehidupan. Proses tiada henti untuk saling menyamakan langkah, mencocokan kepribadian, meredam ego, saling membangun mimpi2, berjuang bersama meraih tujuan, merangkai kepercayaan, dan tentunya untuk menjaga satu sama lain.

Saya mau belajar untuk menjadi orang yang bisa mengendalikan diri, mengendalikan ego. Menjadi orang yang bersedia mendengar dan berbagi. Karena pernikahan bukanlah tentang bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik, melainkan memberi yang terbaik.

Saya memiliki pemaknaan bahwa kita (termasuk saya) tidak pernah menikahi orang yang terbaik, terbaik dalam artian bahwa orang yang dinikahi adalah orang telah selesai dengan segalanya, ia bukanlah orang yang telah mencapai titik-titik terbaik dalam hidupnya. Saya berusaha untuk terus memahami dan menyadari itu sehingga apabila nanti saya menemukan ada kekurangan dalam diri pasangan, saya tidak perlu menjadikan kekurangan itu sebagai sesuatu yang membebani atau menjadi masalah dalam rumah tangga. Kesadaran yang benar-benar ingin saya tanamkan bahwa saya menikah bukan dengan orang yang benar-benar sempurna dalam segala hal. Kesadaran yang semoga bisa membuat ruang penerimaan dan pemaafan saya yang selalu lapang, selalu demikian hingga kami harus terpisah karena kematian.

Saya berusaha menanamkan keyakinan dan menjaga keyakinan saya bahwa pasangan adalah bentuk nikmat dan karunia Allah yang harus saya syukuri.

Rasa syukur yang semoga selalu menjaga mata saya agar tidak melihat ke yang lain, menjaga hati saya tidak cenderung ke yang lain, membuat langkah saya tidak berjalan ke arah yang lain. Rasa syukur yang saya yakini bisa membuat saya lebih terang dalam melihat segala kebaikan yang ada.

Bukan hanya soal menerima tapi juga memberi. Yaa harus punya kesadaran penuh tentang hak dan kewajiban pribadi masing2.

Karena sebuah hubungan itu membutuhkan dua orang yg solid, yg sama2 kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan. Kerena menjadi kuat adalah tanggung jawab masing2. Bukan tanggung jawab orang lain.

Jadi pernikahan akan lebih pada soal kerjasama, penerimaan, dan kesepakatan untuk berjuang bersama demi satu tujuan.

Belum lagi pernikahan itu salah satu dari tiga perjanjian terkuat yang disebutkan dalam al-Quran. Dimana perjanjian ini melibatkan Allah langsung didalamnya. -Zula-

Kata dosen ana ada dua tipe keberanian dalam percintaan, yg pertama berani buat mengungkapkan dan menghalalkan dan yg kedua berani untuk melepaskan untuk sesuatu yg lebih baik. Semangat ya buat kalian yg udah ada bahasa calon pasangan semoga berjodoh dan barakah amiinnn

When you are in your 20s, its not the time for “trial and error” anymore. -tami-

Sumber :
Kecaprukan 친구들 (Evita, Gina, Fitri, Kirana, Rani, Zula)
https://timeline.line.me/post/_de6FJaxErFvUpEzY1ZieXakSekLSTBLvdL6F0IE/1149796932801086890

Iklan