Review : wattpad

Hai Berhubung aku termasuk pembaca yang males komen alias silent reader, sebagai pengganti dari apresiasi dan permintaan maaf aku buat para Author yang udah berjuang bikin cerita yang bagus-bagus, aku bakal tulis beberapa judul cerita yang menurut aku keren dan rekomended banget buat dibaca.

  1. Dear J (ideaFina) -on going-

https://touch.wattpad.com/info?id=346717186#storyParts_

  1. Reuni (Sa_saki) -on going-

https://touch.wattpad.com/info.php?id=337166608

  1. Differ(end) Love (Atyampela) -END-

https://touch.wattpad.com/info?id=133777592#storyParts_

Yang pasti postingan ini bakal aku perbaharui terus karna aku termasuk pengunjung baru jadi aku yakin masih banyak cerita bagus yang belum aku baca. Kalau kalian mau rekomendasiin cerita yang menurut kalian bagus juga tinggal komen dibawah.

P.s urutan judul bukan berarti urutan favorit yaa.

C.K

Untuk kesekian kalinya aku merasa takut kehilangan orang lain.
Takut kehilangan orang-orang terdekat.
Dan semuanya ‘akan’ terlupakan.

Mungkin beberapa kali kita ‘akan’ mengingat moment yang pernah terjadi.
Tapi seringkali kita sibuk dengan dunia baru yang kita punya.

Banyak yang ‘akan’ berubah.
Perkembangan yang bagus untuk masa depan masing-masing.
Tapi itu cukup mengganggu untuk aku seseorang dimasa lalu kalian.

Mungkin dulupun sama.
Dan sekarang semakin menjauh.

Mungkin aku juga orang yang jahat.
Bersedih dibelakang kebahagiaan kalian.

Tapi ini aku.
Aku yang jahat.
Aku yang takut.
Yang tidak memilih kalian pergi.
Tapi siapa aku?
Dan yang lebih ku takutkan, aku yang melakukan semua ketakutanku.

Chingu & My sister.

Cie Miba

Hay seinget aku terakhir update itu aku lagi galau-galaunya masalah UN, nilai , daftar kuliah plus jurusannya ya? Dan akhirnya semua “kegalauan”ku terjawab dan melahirkan kegalauan baru Hehe.
Pertama Alhamdulillah UNku lulus, walau nilainya pas-pasan dan satu-satunya yang aku syukuri adalah nilai UN Matematika aku yang mencapai target Hahaha (ketawa ala kyu) tapi jangan tanya nilai pelajaran yang lain OK. Jangan ditiru ya adik-adik.
Untuk urusan kuliah Alhamdulillah SEKARANG AKU JADI MAHASISWA.
Selamat datang di dunia keperawatan.
Unbelievable, seorang Gina yang ga ngerti masalah kesehatan masuk dunia keperawatan. Beruntung atau sial? Astagfirullah kkk
Kayanya yang sial itu yang bakal jadi pasien akudeh. Haha bercanda. Walaupun masih suka keinget Jurusan Matematika, tapi aku tetep serius belajar di keperawatan ko, seriusan. Jadi buat calon pasien aku diharapkan tetap tenang oke Haha.
Lagian jalan yang aku lalui buat masuk kampus ini ga gampang. Mulai dari ‘belajar keras buat tes’ aku belajar lebih keras dibanding belajar buat UN loh, ‘tes tulis’ bayangin aja kita harus bersaing dengan 1000 lebih orang buat rebutin 68 kursi keperawatan dan 4 jurusan lain, gila kita minder bukan main, ‘tes kesehatan’ tinggi dan berat badan jadi masalah tapi ga jadi masalah (-.-) fiuhh, ‘psikotes’ lancar jaya dan yang ga bakal pernah aku lupain itu masa-masa nungguin pengumuman dari satu tes ke tes berikutnya. Huah rasanya itu masa tersulit dari semua rangkaian ini gimana ga stress wong kalau ga lulus dites itu langsung didepak, ga bisa ikut tes selanjutnya, otomatis semua usahanya bakal sia-sia dong. Tapi tenang saudara saudara, semua masa itu sudah berlalu (tepuk-tepuk bahu kkk). Jadi aku ga bakal semudah itu menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang udah Allah kasih.
Jangan lupain juga PPSMnya yang ‘cukup’ ‘lumayan’ WOW walau katanya ga se-WOW angkatan-angkatan sebelumnya .-. But overall SERUUU apa lagi pas hari terakhir, berkesan banget. Fyi, kelompok aku berpredikat sebagai kelompok terbaper Hahaha. Neurologi kerenlah kkk.

1471010586876
Ya mungkin awalnya aku ngerasa lega, akhirnya aku diterima di kampus ini walaupun bukan pure ‘kepengen’ aku tapi jujur aja makin kesini kayanya rasa lega itu makin berkurang. Pasalnya aku ga ngerasain kuliah kaya yang dulu aku pikirin. Bebas, main, ngampus, bebas, main, main, main. Rasanya aku balik lagi ke sekolah, masuk pagi pulang sore kadang malem, pake seragam spg -hitam putih- karna seragam yang ‘asli’nya belum jadi, belum lagi setiap hari, setiap mata kuliah, seriap dosen yang berbeda pasti aja ngasih tugas. Emang pada baik banget ya, pada sayang banget sama kita. Percaya“Ga ada hal haik yang berakhir buruk.”.
Aku baru aja selesai UTSnih, berusaha semampu yang aku bisa, tinggal kita liat gimana hasilnya.
See you soon.

Nilai?

Akhir tahun didepan mata, saatnya berlibur dan istirahat sejenak dari rutinitas yang ada. Namun untuk mendapat jatah liburan, ada harga yang harus dibayar. Bagi para pelajar tentu sudah tak asing lagi dengan yang namanya ujian.
Namun inikah ujian yang sebenarnya? Berlomba-lomba mendapatkan nilai tertinggi, dengan menggunakan berbagai ‘cara’ untuk menyelesaikannya? Mencontek?
Takut. Mungkin semua ini berawal dari rasa takut. Takut nilai kecil, takut dimarahi mamah, takut dimarahi guru, takut nilaiku turun, takut tak dapat ranking.
Miris rasanya, bahkan mungkin realita (contek-mencontek) yang ku ketahui saat ini hanya sebagian kecil dari rahasia-rahasia lain yang lebih besar, bumbu-bumbu penghilang rasa takut.
Naif rasanya jika ku bilang tak memerlukan nilai-nilai itu, karna nyatanya akupun menyukai nilai yang tinggi, lebih. Namun jujur saja rasanya ada yang salah.
Mungkin benar yang dikatakan Agustinus Wibowo ”Adakah bagian dari perjalanan hidup ini yang terlepas dari ketakutan?”
dan ini adalah salah satu cara yang digunakan untuk menghilangkan rasa takut, takut akan ‘nilai’.
Apa arti nilai sebenarnya? Kupikir nilai ulangan hanyalah rentetan angka yang belum pasti keakuratannya.
Apa yang akan kau dapat dari angka-angka itu?
Bukankan ujian diadakan untuk mengukur keberhasilan belajar seorang murid? Hilang sudah arti sebuah ujian yang sebenarnya.
Niat awal dan tujuan yang salah akan menghasilkan pelajar berjiwa pengecut yang haus akan nilai, bukan pelajar dalam arti sebenarnya.
Ditambah tuntutan yang ada hanya akan memberi beban pada para pelajar untuk terus neningkatkan nilai.
Tak ada salahnya kita mendapat nilai tinggi, mengejar nilai tinggi, namun yang salah adalah jika kita hanya mengejar nilai tanpa mendapatkan ilmunya. Bukankan pada hakikatnya pelajar bersekolah adalah untuk mencari ilmu? Apa jadinya jika pelajar sekarang hanya mementingkan nilai tanpa benar-benar mendapatkan ilmu?
Kupikir adanya nilai adalah sebagai pemacu para pelajar untuk terus meningkatkan prestasi belajarnya, jangan sampai nilai ini menjadi dalih para pelajar untuk menghalalkan cara kotor dalam ujian.
Karna pada masa (bangku sekolah) ini pelajar akan dibentuk karakternya, jangan sampai karakter yang terbentuk adalah karakter-karakter yang mengarah pada sudut negatif, dan menjadikan kejujuran sebagai barang langka.
Tapi aku yakin disamping kelumrahan ini, ada segelintir pelajar yang masih menghargai kejujuran.

The same problem

Hei long time no see
i’m back with new story (gak yakin). You know what? Sekarang aku kelas XII, oh my~
Ga nyangkadeh, aku yang badannya bocil gini udah kelas XII. Kkk~
Sebenernya aku itu orang yang mudah tertarik sama sesuatu dan mudah bosen juga.
Nah beberapa minggu ini aku diminta bantuin sodaraku buat daftar di Universitas yang dia pengen, disinilah kelabilan aku dimulai lagi.
Kalau taun lalu aku pengen jurusan meteorolagi & psikolog, trus 6 bulan kemudian aku pengen jurusan teknik pertanian atau agroteknologi, lalu akhir-akhir ini aku pengen ngambil Ekonomi yang bertolak belakang sama jurusan IPA aku, nah sekarang aku disuruh ngambil jurusan Teknik Kimia sesuai saran sodara. Oh ya jangan lupa, karna sejak kelas VI MI aku suka pelajaran Matematika jadi jurusan yang satu ini juga ga luput dari daftar pilihan aku.
Masalah klasiklah. Penyakit umum anak SMA kelas XII ya gini. Kalau ga masalah UN paling-paling masalah Universitas.
Aku juga belum yakin mau ngambil jurusan apa, di Universitas mana.
Pengennyasih dapet diluar kota, pengen cari suasana baru, tapi siapa yang tau? Orang akunya aja belum nentuin, belum pasti.
“Kalau saat ini kamu belum punya tujuan, yang harus kamu buat adalah cari bekal buat modal tujuan kamu ntar.”
Prinsip yang salah emang, tapi prinsip inilah yang buat aku tetep jalan sampai sekarang.